Bupati Garut Serahkan Penghargaan Adiwiyata dan ASN Berprestasi, Dorong Budaya Inovatif dan Talenta Berkualitas
Menjelang 2026, Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan komitmennya dalam membangun budaya inovatif dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dalam apel gabungan yang digelar di Lapang Sekretariat Daerah, Tarogong Kidul, pada Senin (29/12/2025), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin secara simbolis menyerahkan sejumlah penghargaan penting, mulai dari Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional hingga ASN Berprestasi Tingkat Kabupaten Garut.
![]() |
| Penyerahan Penghargaan dari Bupati ke Kang Isnat |
Dalam sambutannya, Bupati Syakur menegaskan bahwa SDM merupakan pilar utama dalam keberlanjutan organisasi. Ia menyoroti pentingnya manajemen talenta yang terstruktur agar potensi terbaik dari individu dapat berkembang maksimal.
"Harus ada pengelolaan talenta yang baik, dan mereka yang punya potensi harus diberi ruang untuk menunjukkan prestasinya," ujar Syakur.
Ia juga mengapresiasi Sekretaris Daerah beserta jajaran yang rutin menggelar lomba inovasi di internal pemerintahan. Menurutnya, ruang kompetisi sehat adalah katalis kemunculan gagasan dan prestasi terbaik dari para ASN.
"Saya percaya, prestasi dan inovasi itu akan muncul ketika dipertandingkan secara terbuka dan sehat. Karena itu saya sangat mendukung inisiatif perlombaan inovasi di lingkup pemkab," tambahnya.
Tak hanya di lingkup birokrasi, Pemkab Garut juga mengapresiasi capaian dunia pendidikan. Sejumlah sekolah di Garut, dari tingkat SD hingga SMP, berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, membuktikan bahwa sekolah-sekolah di daerah juga mampu bersaing di kancah nasional.
"Kita tidak boleh minder karena kita di daerah. Sekolah-sekolah kita pun bisa tampil di level nasional," tegas Bupati.
Apresiasi Bagi Sekolah Peduli Lingkungan
Salah satu kepala sekolah penerima penghargaan, Nispi Gustia Nurani dari SMP IT Al-Masduki, menuturkan bahwa keberhasilan meraih predikat Adiwiyata Nasional merupakan hasil dari proses pembiasaan dan komitmen warga sekolah, bukan sekadar persiapan lomba.
"Alhamdulillah kami bersyukur bisa sampai ke tingkat nasional. Semoga ini terus berlanjut dan makin baik, terutama dalam menjaga lingkungan sekolah," ujarnya.
Daftar Sekolah Penerima Penghargaan:
-
SDN 4 Wanakerta – Adiwiyata Tingkat Nasional
-
SMP IT Al-Masduki – Adiwiyata Tingkat Nasional
-
SDN 2 Cigedug – Anugerah Raksa Prasada 2025
-
SDN 5 Muarasanding – Anugerah Raksa Prasada 2025
-
MTsN 2 Garut – Anugerah Raksa Prasada 2025
Daftar ASN Berprestasi Kabupaten Garut Tahun 2025:
🧠Kategori Inspiratif
-
Juara 1: Hj. Iis Rahmawati – Kecamatan Sukaresmi (93,17)
-
Juara 2: Siti Aisyah – Dinas Pertanian (92,33)
-
Juara 3: Irma Hermanawari – Dinas Perikanan & Peternakan (91,92)
💡 Kategori Inovatif
-
Juara 1: Achmad Nasir Ginanjar – Dinas Pertanian (92,42)
-
Juara 2: Suratman Abdillah Fajar – Dinas Kesehatan (91,83)
-
Juara 3: Yadi Arriyadi – Dinas Koperasi dan UKM (89,42)
🌱 Kategori The Future Leader
-
Juara 1: Isnat Ahmad Zufaqor – Dinas Perumahan & Permukiman (95,58)
-
Juara 2: Dieno Ichwana Putra – Disperindag & ESDM (94,50)
-
Juara 3: Rembati Ayu Bestari – Sekretariat Daerah (93,17)
⏰ Kategori Terdisiplin
-
Juara 1: Haryadi – Dinas Perpustakaan & Kearsipan (93,58)
-
Juara 2: Euis Sri Susilawati – Dinas Koperasi & UKM (91,42)
-
Juara 3: Murdiyono – Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi (90,08)
📚 Kategori Guru Hebat
-
Juara 1: Imas Siti Nurjanah – SMPN 3 Bungbulang (93,58)
-
Juara 2: Indah Timur Wati – SMPN 1 Karangpawitan (92,25)
-
Juara 3: Yustianingsih – SMPN 3 Tarogong Kidul (90,83)
🩺 Kategori Nakes Hebat
-
Juara 1: Awat – Dinas Kesehatan (93,92)
-
Juara 2: Annisa Farah Fadhilah – Dinas Kesehatan (92,92)
-
Juara 3: Jupri Pringadi – Dinas Kesehatan (92,33)
Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi akhir tahun yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sebagai pengingat bahwa kemajuan daerah bergantung pada kualitas manusianya—baik di birokrasi maupun pendidikan.
Pemkab Garut berharap semangat inovasi, kompetisi sehat, serta kecintaan terhadap lingkungan dapat terus tumbuh, menjadi budaya kerja dan pembelajaran yang mengakar kuat di tengah masyarakat Garut.
