MPI PDM Garut Gelar Bedah Buku “Media & Islam Berkemajuan” di IMDA Garut
Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut menyelenggarakan kegiatan bedah buku berjudul “Media & Islam Berkemajuan” karya Roni Tabroni. Acara ini berlangsung pada Senin (24/11/2025) bertempat di Aula Institut Muhammadiyah Darul Arqam (IMDA) Garut, Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah.
| MPI PDM Garut Gelar Bedah Buku “Media & Islam Berkemajuan” di IMDA Garut. (Sumber: MPI Jawa Barat) |
Dilansir dari muhammadiyah-jabar.id, Ketua Panitia Milad Muhammadiyah PDM Garut, Abdullah Efendi, dalam laporannya menyampaikan bahwa bedah buku ini merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan milad yang telah dimulai sejak awal November 2025. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya panitia telah menggelar Lomba Aksi ISMUBA pada 2 November, disusul kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah pada 15 November.
“Selain itu, panitia juga turut berpartisipasi dalam acara puncak Milad Muhammadiyah ke-113 yang dilaksanakan pada 18 November di Universitas Muhammadiyah Bandung. Hari ini, rangkaian kegiatan kami tutup dengan bedah buku yang dikaji secara mendalam oleh tiga narasumber,” ungkap Abdullah.
Sekretaris MPI PDM Garut yang juga bertindak sebagai moderator, Aep Saepudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam terselenggaranya acara tersebut. Ia menyebutkan para narasumber yang hadir, yakni Roni Tabroni dari MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Shinta Dewianty dari IMDA Garut, serta Agus Rahmat Nugraha selaku Ketua PDM Garut. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donatur yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.
Dalam sesi pemaparan materi, Roni Tabroni mengulas peran penting empat tokoh Muhammadiyah yang memiliki kontribusi besar dalam dunia jurnalistik dan pemikiran Islam, yaitu Fachrodin, Buya Hamka, Syafii Ma’arif, dan Haedar Nashir. Menurutnya, keempat tokoh tersebut telah memberikan sumbangsih nyata dalam membangun Islam berkemajuan melalui media dan karya tulis.
Roni menegaskan bahwa keteladanan para tokoh tersebut sangat relevan bagi generasi muda saat ini, khususnya di tengah menurunnya minat membaca. Ia mengingatkan bahwa membaca merupakan pintu utama ilmu pengetahuan, sebagaimana pesan wahyu pertama dalam Surah Al-Alaq. Roni juga dikenal sebagai dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bandung.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perkembangan dan kemajuan Muhammadiyah tidak bisa dilepaskan dari peran strategis media. Menurutnya, kepemimpinan yang visioner serta pemanfaatan media yang tepat menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan gerakan Islam berkemajuan. “Muhammadiyah saat ini telah memiliki media seperti TVMU dan Penerbit Suara Muhammadiyah yang melahirkan banyak penulis dan pemikir. Dampaknya sangat besar bagi umat dan bangsa,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PDM Garut, Agus Rahmat Nugraha, menyampaikan bahwa sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah menempatkan media sebagai bagian sentral dalam dakwah dan gerakan pembaruan. Ia menuturkan bahwa konsep media dalam Muhammadiyah berakar dari pesan ilahi yang berpijak pada semangat iqra.
“Ayat iqra mengandung nilai informasi, ilmu pengetahuan, dan peradaban. Dari sinilah media berkemajuan itu lahir,” ujar Agus. Ia menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut terwujud dalam konsep naba, ya’lam, dan sirah yang terdapat dalam Al-Qur’an, yang masing-masing merujuk pada wahyu, berita besar, dan pemahaman kehidupan.
Agus juga menyoroti pentingnya media Muhammadiyah, seperti Suara Muhammadiyah dan Suara Aisyiyah, untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan dan perilaku audiens di era digital. Ia menilai bahwa kecenderungan pengguna media modern, seperti mencari hiburan, interaksi sosial, pengisi waktu luang, hingga kebutuhan informasi, harus menjadi perhatian agar dakwah tetap relevan dan efektif. “Mari kita bangun media berkemajuan yang konsisten menjaga nilai kebenaran, kebaikan, dan kemanfaatan,” ajaknya.
Narasumber ketiga, Shinta Dewianty, menegaskan peran media sebagai sarana penyampai informasi yang akurat dan mencerahkan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa media, khususnya media yang dikelola oleh Muhammadiyah, memiliki tanggung jawab besar dalam menyajikan pengetahuan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Shinta, landasan utama peran media sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Alaq adalah aktivitas membaca. Dari membaca, manusia memperoleh ilmu yang menjadi dasar penting dalam membangun peradaban. Ia juga menekankan bahwa di era digital saat ini, hampir seluruh peristiwa dunia dapat diakses melalui berbagai platform media, baik cetak, elektronik, daring, maupun media sosial.
“Hal ini menunjukkan betapa strategisnya peran media dalam menentukan arah kemajuan masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.
Kegiatan bedah buku ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Garut, Mas’ud, yang mewakili Bupati Garut Abdusy Syakur Amin. Selain itu, hadir pula jajaran Ketua dan Wakil Ketua PDM Garut, Rektor IMDA, Ketua KPP GATRA, Presidium Garsel, pimpinan Pimpinan Daerah Aisyiyah Garut, Ketua PD Persis Garut, pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah, para kepala SMA/SMK/MA Muhammadiyah di bawah Majelis Dikdasmen PDM Garut, serta ratusan mahasiswa IMDA Garut.
x