HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Luar Biasa! Ghazi Abdullah Muttaqien Hafal 30 Juz di Usia 14 Tahun, Kini Dirikan Pesantren Internasional di Garut

Nama Ghazi Abdullah Muttaqien belakangan menjadi sorotan publik. Pemuda kelahiran Garut, Jawa Barat ini disebut sebagai salah satu figur muda yang memiliki prestasi luar biasa, baik dalam bidang keagamaan, akademik, hingga dunia usaha. Di usianya yang masih muda, Ghazi berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian yang jarang dimiliki anak muda seusianya.

Ghazi Abdullah Muttaqien lahir di Garut pada 19 Oktober 2001. Saat ini, ia dikenal sebagai kyai muda, pengusaha, serta intelektual muslim yang kiprahnya telah menembus forum nasional dan internasional.

Berbeda dengan figur publik yang dikenal karena sensasi, Ghazi disebut memperoleh perhatian karena kontribusi nyata dalam bidang literasi, gagasan ilmiah, serta aktivitas akademik yang konsisten sejak remaja.

Hafal Al-Qur’an 30 Juz di Usia 14 Tahun


Salah satu prestasi paling mencolok dari Ghazi Abdullah Muttaqien adalah keberhasilannya menghafal Al-Qur’an 30 juz pada usia 14 tahun. Prestasi tersebut dinilai luar biasa karena dilakukan di tengah aktivitas keseharian yang padat.

Menurut kisah yang beredar, Ghazi sejak kecil hidup dalam lingkungan yang mengajarkan disiplin serta semangat belajar tinggi. Ia juga dikenal memiliki kemampuan manajemen waktu yang kuat.

Tidak hanya berhenti di hafalan Al-Qur’an, Ghazi juga menamatkan hafalan kitab hadits Bulughul Maram pada usia 15 tahun. Kitab tersebut dikenal sebagai salah satu rujukan penting dalam kajian fikih yang umum dipelajari di pesantren maupun perguruan tinggi Islam.

Berangkat dari Kehidupan Sederhana

Kisah hidup Ghazi juga banyak menarik perhatian karena ia disebut tumbuh dalam kehidupan sederhana. Sejak kecil, ia hidup di dua dunia yang berbeda: dunia pendidikan dan dunia perdagangan.

Di pagi hari, Ghazi fokus menuntut ilmu. Namun di waktu lainnya, ia turut membantu ibunya berdagang di toko sembako. Dari pengalaman tersebut, Ghazi kerap menekankan bahwa nilai utama yang ia pegang dalam hidup adalah berbakti kepada orang tua, khususnya ibu.

Ia meyakini bahwa keberhasilan seseorang bukan hanya berasal dari kecerdasan, tetapi juga dari doa orang tua dan adab yang dijaga.

Produktif Menulis Buku Sejak Remaja

Selain prestasi di bidang hafalan dan pendidikan agama, Ghazi Abdullah Muttaqien juga dikenal produktif menulis sejak usia muda. Ia disebut telah menghasilkan berbagai buku dan karya ilmiah yang membahas tema-tema penting dalam keislaman, fikih, hingga isu global.

Beberapa judul karya yang dikaitkan dengan Ghazi antara lain:
  • Islamisasi Ilmu ala Naquib al-Attas
  • Fiqh Munakahat
  • Islamic Fiqh on International Relations
  • Fikih Bencana Alam
  • Islamic Fiqh on Renewable Energy, Climate Change and Green Economy
  • Pengantar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
  • Kamus Al-Ghazi (dengan muatan 6 bahasa)
Produktivitas tersebut menunjukkan bahwa Ghazi tidak hanya aktif dalam dunia dakwah, tetapi juga dalam ranah literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Masuk Forum Akademik Nasional dan Internasional

Di usia yang masih sangat muda, Ghazi sudah terlibat dalam berbagai diskusi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa publikasi ilmiah yang dikaitkan dengan namanya mencakup kajian tentang Islamisasi ilmu, pendidikan, hingga kajian Al-Qur’an dan tafsir.

Ia juga disebut pernah menjadi bagian dari forum-forum ilmiah di luar negeri, termasuk di Turki dan Amerika Serikat. Hal ini memperkuat citra Ghazi sebagai figur muda yang tidak hanya fokus pada aktivitas lokal, tetapi juga mampu membawa gagasan ke ruang diskusi global.

Menguasai Banyak Bahasa Asing

Prestasi lain yang tak kalah menarik adalah kemampuan bahasa asing yang dimiliki Ghazi. Ia disebut mempelajari lebih dari 13 bahasa asing, di antaranya:

Bahasa Arab, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, Ibrani, Spanyol, Rusia, Mandarin, Korea, Hausa, Somalia, Swahili, dan lainnya.

Beberapa bahasa disebut telah tersertifikasi, termasuk bahasa Prancis, Inggris, Arab, Jerman, Spanyol, Ibrani, dan Jepang.

Kemampuan ini membuatnya dikenal sebagai seorang polyglot dan memperkuat kapasitasnya dalam menghadiri forum internasional.

Pernah Jadi Delegasi Indonesia di Berbagai Negara

Berkat gagasan dan aktivitas akademiknya, Ghazi Abdullah Muttaqien disebut pernah menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai forum global. Beberapa negara yang disebut pernah dikunjunginya dalam rangka kegiatan internasional antara lain Malaysia, Turki, Thailand, Swiss, Jerman, hingga Amerika Serikat.

Ia juga disebut pernah tampil dalam forum yang biasa dihadiri diplomat, profesor, serta tokoh-tokoh internasional. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri karena ia membawa nama Indonesia dalam diskusi lintas negara.

Aktif dalam Agenda Lingkungan di UN Geneva

Salah satu pencapaian yang menarik perhatian publik adalah keterlibatan Ghazi dalam agenda internasional yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Ia disebut pernah menjadi bagian dari tim perumus piagam pemuda dunia, yakni World Youth Charter, yang berkaitan dengan isu lingkungan dan masa depan generasi muda.

Kegiatan tersebut disebut berlangsung di United Nations Headquarters Geneva, Swiss, dan menjadi salah satu jejak kontribusi anak muda Indonesia di level global.

Mendirikan Pesantren Internasional Madinah al-Zahra Garut

Puncak dari berbagai pencapaian Ghazi Abdullah Muttaqien adalah ketika ia disebut berhasil mendirikan dan memimpin sebuah lembaga pendidikan bernama Pondok Modern Internasional Madinah al-Zahra Garut.

Pesantren ini dikabarkan membuka pendaftaran santri baru untuk angkatan pertama tahun 2026. Lembaga tersebut disebut memiliki visi membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam agama, tetapi juga dalam kepemimpinan, bisnis, literasi, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam konsepnya, pesantren ini disebut mengadopsi kurikulum internasional, dengan rujukan Islamic University of Madinah serta sumber pembelajaran dari Cambridge University.

Program unggulan yang ditonjolkan antara lain:
  • Kurikulum berbakti kepada orang tua
  • Kurikulum konservasi alam dan cinta lingkungan

Memadukan Akademik dan Dunia Bisnis

Selain dikenal sebagai kyai muda dan intelektual, Ghazi juga disebut aktif dalam dunia entrepreneurship. Ia meyakini bahwa kemandirian ekonomi adalah bagian penting dari perjuangan ilmu.

Ghazi disebut menerima beberapa beasiswa pendidikan, di antaranya:
  • Fakultas Hubungan Internasional – Ibn Khaldun University (Turki) pada 2020
  • Fakultas Syariah – Islamic University of Madinah pada 2023
Di sisi bisnis, ia dikaitkan dengan sejumlah aktivitas usaha, seperti:
  • Direktur Utama travel haji dan umrah
  • Presiden Direktur hotel
  • Direktur klinik
  • Pengelola sekolah internasional
  • dan menjalankan usaha toko sembako

Inspirasi untuk Anak Muda Indonesia

Kisah Ghazi Abdullah Muttaqien menjadi salah satu contoh bahwa anak muda Indonesia mampu berprestasi besar, bahkan sejak usia remaja. Ia menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya dibangun dari kecerdasan, tetapi juga disiplin, konsistensi, serta adab dalam kehidupan.

Lebih dari itu, nilai bakti kepada orang tua yang ia tekankan menjadi pesan moral yang kuat bagi generasi muda, terutama di era modern yang serba cepat dan penuh distraksi.

Ghazi Abdullah Muttaqien bukan hanya sosok pemuda biasa. Dengan pencapaian hafal 30 juz di usia 14 tahun, produktif menulis karya ilmiah, tampil di forum internasional, hingga mendirikan pesantren modern internasional di Garut pada usia 24 tahun, ia menjadi figur inspiratif yang layak diperbincangkan.

Prestasinya menjadi bukti bahwa anak muda Indonesia dapat menembus batas dunia jika memiliki tekad, disiplin, dan prinsip hidup yang kuat.
Posting Komentar