Tiga Perguruan Tinggi Kolaborasi Teliti Kearifan Lokal Kampung Adat Dukuh untuk Pengembangan Pembelajaran IPAS Berbasis Digital
GARUT – Dosen dan mahasiswa dari Universitas Garut (UNIGA), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan STKIP Purwakarta melaksanakan penelitian kolaboratif di Kampung Adat Dukuh, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan menggali potensi etnosains dan kearifan lokal masyarakat sebagai landasan pengembangan media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis digital untuk jenjang Sekolah Dasar.
![]() |
| Tiga Perguruan Tinggi Kolaborasi Teliti Kearifan Lokal Kampung Adat Dukuh untuk Pengembangan Pembelajaran IPAS Berbasis Digital |
Kegiatan penelitian melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat adat. Tim peneliti mengkaji lingkungan Kampung Adat Dukuh, rumah tradisional, sistem pertanian, pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber pangan dan obat, hingga nilai-nilai budaya yang masih dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat.
Etnosains merupakan pendekatan yang mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan pengetahuan lokal yang berkembang di tengah masyarakat. Melalui penelitian ini, berbagai praktik kehidupan masyarakat Kampung Adat Dukuh diharapkan dapat menjadi sumber belajar yang kontekstual, sehingga peserta didik mampu memahami konsep IPAS dengan lebih dekat melalui budaya dan lingkungan sekitarnya.
Selain menghasilkan inovasi media pembelajaran digital, penelitian ini juga menjadi upaya mendokumentasikan dan melestarikan kearifan lokal Garut agar tetap dikenal oleh generasi muda. Integrasi budaya lokal ke dalam dunia pendidikan dinilai mampu memperkuat karakter peserta didik sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa.
Kolaborasi antara UNIGA, UPI, dan STKIP Purwakarta ini menunjukkan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran IPAS berbasis kearifan lokal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Penelitian dilaksanakan di Kampung Adat Dukuh, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, yang dikenal sebagai salah satu kampung adat di Jawa Barat yang masih mempertahankan tradisi, nilai budaya, serta kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penelitian ini, Kampung Adat Dukuh diharapkan semakin dikenal sebagai pusat pembelajaran budaya, lingkungan, dan etnosains yang dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan maupun pelestarian budaya Indonesia.
