HUT ke-94 Desa Banjarsari Garut, Angkat Budaya dan Kebersamaan Warga
Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-94 sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar Hajat Desa pada Minggu (16/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Lapang Stadion Gelora Banjarsari tersebut mengusung tema “Ngariksa Budaya, Ngarumat Tradisi, Ngawangun Sauyunan Pikeun Kamajuan Desa”. Perayaan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan budaya dan tradisi lokal Desa Banjarsari.
Hajat Desa Banjarsari turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dede Kusdinar, Kepala DPMD Kabupaten Garut Ahmad Ramdhani, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut Asep Maulana, Forkopim Kecamatan Bayongbong, DPD Apdesi Kabupaten Garut, Kepala Desa Banjarsari Edi Sopandi, tokoh ulama, masyarakat dan pemuda se-Desa Banjarsari, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Salah satu rangkaian yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Upacara Adat Prosesi Saika Sapamilu dan Kawin Bumi. Prosesi ini menjadi bagian dari Hajat Desa sebagai bentuk doa dan ungkapan rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat dan keberkahan yang telah diberikan, sekaligus memanjatkan harapan untuk kemajuan serta kesejahteraan Desa Banjarsari.
Prosesi tersebut juga menjadi pengingat perjalanan panjang Desa Banjarsari sejak berdiri hingga mencapai usia 94 tahun.
Budaya Lokal Dinilai Penting untuk Dijaga
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dede Kusdinar, mengapresiasi pelaksanaan Hajat Desa Banjarsari yang dinilai tidak hanya menjadi bentuk kecintaan terhadap tanah air, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas masyarakat dan menggali kembali kekayaan budaya lokal.
“Tentunya kami sangat mengapresiasi, karena kegiatan ini tak hanya menjadi wujud cinta tanah air, namun juga memperkuat solidaritas warga sekaligus menggali kembali kekayaan tradisi budaya lokal yang penuh makna. Kebetulan kami di legislatif memiliki program budaya, dan akan mengapresiasi kepala desa yang bisa melestarikan budaya-budaya lokal, budaya daerah, dan budaya buhun,” ungkap Dede Kusdinar.
Menurutnya, kepala desa memiliki peran penting dalam memahami dan melestarikan kebudayaan yang berkembang di wilayah masing-masing. Upaya tersebut juga dinilai penting untuk menjaga berbagai kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Garut.
Dede menilai keberadaan budaya lokal saat ini menghadapi tantangan akibat perkembangan zaman, modernisasi, dan globalisasi. Karena itu, diperlukan upaya serius untuk mempelajari kembali, menyusun, menganalisis, serta mengintegrasikan potensi daerah agar tetap relevan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Kita harus merawat dan juga menjaga serta melestarikan itu semua agar tidak punah dan termakan oleh perkembangan zaman. Dengan budaya pasti kita akan banyak kegiatan-kegiatan yang positif terutama anak muda,” tandasnya.
HUT Desa Banjarsari Jadi Momentum Kebersamaan
Sementara itu, Kepala Desa Banjarsari, Edi Sopandi, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong agar peringatan HUT Desa Banjarsari menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah yang tetap lestari.
Menurut Edi, keberadaan tradisi tersebut juga dapat menjadi modal penting dalam membangun sektor ekonomi desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.
“Sesuai dengan Perdes No. 8 Tahun 2025 bahwa Desa Banjarsari berulang tahun di tanggal 16 Agustus. Dan saya merasa bersyukur alhamdulillah begitu antusias masyarakat terhadap kegiatan ini. Ini salah satu bentuk apresiasi para warga Desa Banjarsari terhadap hari jadi Desa Banjarsari,” ungkap Edi.
Ketua Apdesi Kecamatan Bayongbong tersebut menuturkan, perayaan HUT ke-94 Desa Banjarsari dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, perayaan tersebut menjadi sarana memperkuat ikatan kekeluargaan, semangat gotong royong, serta rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tetap menyala, diwujudkan melalui kreativitas dan kebersamaan. Semangat gotong royong dan antusiasme warga Banjarsari luar biasa,” tukasnya.
Edi juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam berbagai pentas seni selama rangkaian kegiatan. Menurutnya, pelibatan anak muda menjadi salah satu cara untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitasnya di tengah masyarakat.
Rangkaian HUT Desa Banjarsari Digelar 9-16 Agustus
Peringatan HUT ke-94 Desa Banjarsari dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 tidak hanya dilaksanakan pada malam puncak. Berbagai kegiatan telah digelar sejak 9 hingga 16 Agustus 2026.
Sejumlah kegiatan tersebut meliputi Pasanggiri Jaipong, kegiatan UMKM lokal, perlombaan antar-RW, Prosesi Hajat Desa, Karnaval, hingga Tabligh Akbar sebagai penutup rangkaian peringatan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran semangat masyarakat Desa Banjarsari dalam merawat tradisi, mengembangkan kreativitas, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus membangun kebersamaan antarwarga.
Dengan mengangkat semangat “Ngariksa Budaya, Ngarumat Tradisi, Ngawangun Sauyunan Pikeun Kamajuan Desa”, HUT ke-94 Desa Banjarsari diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menjaga identitas budaya sekaligus mendorong kemajuan desa yang berkelanjutan.
