Bakesbangpol Jabar Gelar Penguatan P4GN di Garut, Ajak Pemuda Terapkan Filosofi Panca Waluya Lawan Narkoba
April 29, 2026
GARUT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus menggencarkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di wilayahnya. Pada Rabu (29/4/2026), Bakesbangpol Jabar menggelar kegiatan Penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Gedung Bale Katresna, Kabupaten Garut.
Mengusung tema "Ngawangun Generasi Muda Panca Waluya Guna Jabar Beresih Narkoba", acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, komunitas Pelita Intan Muda Garut, IPNU IPPNU Kab. Garut, Kompenas, Jabar Bergerak Zilenial Kab. Garut, serta anggota Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega Kabupaten Garut.
Kegiatan dibuka dengan penekanan bahwa generasi muda adalah target utama sindikat peredaran gelap narkoba. Oleh karena itu, penguatan karakter menjadi sangat esensial. Hal ini diwujudkan melalui dorongan penerapan filosofi "Panca Waluya" yakni Cageur (sehat), Bageur (baik), Pinter (cerdas), Bener (benar), dan Singer (produktif/terampil).
Hadir sebagai narasumber utama, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si., menyoroti peredaran narkoba bukan lagi kejahatan biasa, melainkan ancaman Asymmetric Warfare (perang asimetris). "Sindikat narkoba menargetkan generasi muda yang kelak menjadi pemimpin dan akademisi. Kerusakan akibat narkoba dapat menghilangkan potensi mereka dalam membangun bangsa," tegasnya saat memaparkan materi. Dari sudut pandang bela negara, Drs. H. Nurrodhin, M.Si., menegaskan bahwa menjauhi narkoba adalah implementasi nyata dari bela negara di era modern. Ia mendorong para pemuda dan organisasi masyarakat untuk berkolaborasi mewujudkan "Garut Bersinar".
Selain itu, pendekatan nilai spiritual juga menjadi sorotan. Akademisi Dr. Komaruddin, M.Pd., mengingatkan peserta tentang konsep Hifdzul 'Aql (menjaga akal). Menurutnya, narkoba bertentangan dengan fitrah manusia karena merusak akal yang merupakan anugerah tertinggi dari Tuhan.
Selain itu, pendekatan nilai spiritual juga menjadi sorotan. Akademisi Dr. Komaruddin, M.Pd., mengingatkan peserta tentang konsep Hifdzul 'Aql (menjaga akal). Menurutnya, narkoba bertentangan dengan fitrah manusia karena merusak akal yang merupakan anugerah tertinggi dari Tuhan.
Sebagai penutup, Ziad Ahmad Yunani, S.M., praktisi pemuda sekaligus Founder Pelita Intan Muda, membagikan strategi bagi milenial untuk terhindar dari jerat narkoba. "Anak muda butuh ruang. Menciptakan ruang berkreasi yang positif adalah kunci agar pemuda tidak mencari pelarian ke arah yang salah," ujarnya. Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol Jawa Barat berharap pemuda Garut dapat menjadi peer educator (pendidik sebaya) dan sistem peringatan dini (early warning system) di lingkungannya masing-masing demi mewujudkan Jawa Barat yang Istimewa dan bersih dari narkoba menuju Indonesia Emas 2045.