HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Bakesbangpol Jabar Gelar Penguatan P4GN di IPI Garut, Dorong Mahasiswa Jadi Pelopor Kampus Bersih Narkoba

GARUT – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat terus memperkuat komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan narkotika di kalangan usia produktif. Pada Selasa (19/5/2026), Bakesbangpol Jabar menggelar kegiatan Penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bertajuk "Ngawangun Generasi Muda Panca Waluya Guna Jabar Bersih Narkoba" di Gedung Rektorat Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut.



Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa IPI Garut serta anggota Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Bakesbangpol Jabar, Irman Nugraha, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap bahaya penggunaan narkoba sebagai langkah awal menciptakan ketahanan daerah.

Menyoroti ancaman nyata narkoba, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si., hadir memberikan pemaparan mengenai strategi akselerasi mewujudkan "Kampus Bersinar" (Bersih Narkoba). Ia menegaskan bahwa peredaran narkoba saat ini merupakan bentuk Asymmetric Warfare (perang asimetris). "Narkoba digunakan untuk melemahkan kualitas sumber daya manusia tanpa menggunakan kekuatan militer, yang dapat menghambat kemajuan bangsa dan pendidikan," jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Drs. H. Nurrodhin, M.Si., memaparkan bahwa melawan narkoba adalah bentuk implementasi nyata dari bela negara. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjaga integritas diri, tetapi juga menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari zat terlarang.

Pendekatan kultural dan karakter juga ditekankan melalui materi yang dibawakan oleh Prof. Dr. Tetep, S.Pd., M.Pd. Ia mengajak para peserta untuk mengamalkan filosofi "Panca Waluya" yang terdiri dari Cageur (sehat), Bageur (baik/peduli), Bener (berintegritas), Pinter (cerdas/kritis), dan Singer (terampil/produktif) sebagai benteng utama menolak godaan narkoba.

Sementara itu, aktivis pemuda Muhammad Ridwanudin mengajak mahasiswa untuk merevolusi arah pergerakannya. "Gerakan mahasiswa perlu diperluas, tidak hanya mengkritisi kebijakan pemerintah, tetapi juga terlibat langsung menyelesaikan persoalan sosial di kampus, termasuk hegemoni narkoba. Kampus Bersinar harus menjadi sebuah Student-Led Movement atau gerakan nyata yang dipimpin oleh mahasiswa itu sendiri," tegasnya.

Melalui kegiatan sinergis ini, Bakesbangpol Jawa Barat berharap mahasiswa dan pemuda Garut dapat menjadi pendidik sebaya (peer educator) serta membangun sistem peringatan dini di lingkungan kampus demi mewujudkan visi Jawa Barat yang Istimewa dan Beresih Narkoba

Posting Komentar