Bunda Bekerja Garut Gelar Webinar Parenting: “Cara Ibu Menjaga Hati dan Adab Anak”
Komunitas Bunda Bekerja Garut kembali menghadirkan webinar parenting yang mengangkat tema penting dalam kehidupan keluarga, yakni “Kenapa Anak Sekarang Mudah Melawan? Cara Ibu Menjaga Hati dan Adab Anak.” Kajian ini menghadirkan pemateri Ustadz Asep Ridwan dan menjadi ruang refleksi bagi para ibu dalam memahami pentingnya hubungan emosional serta pendidikan adab bagi anak sejak dini.
Salah satu Founder Bunda Bekerja Garut, Iin Munawaroh, S.Si., MM., MOS, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan mendidik anak di era modern semakin besar. Anak-anak saat ini tidak hanya belajar dari rumah dan sekolah, tetapi juga dari lingkungan serta media yang mereka konsumsi setiap hari.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari tutur kata ibu, anak belajar berbicara. Dari sikap ibu, anak belajar menghormati. Dari kelembutan dan kesabaran ibu, anak belajar kasih sayang,” ujar Iin Munawaroh dalam sambutannya.
Ia juga menekankan bahwa menjaga hati seorang ibu agar tetap dekat kepada Allah menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk karakter anak yang lembut dan beradab.
Dalam kajian tersebut, Ustadz Asep Ridwan menjelaskan bahwa anak yang mudah melawan bukan selalu karena anak tersebut buruk, melainkan sering kali menjadi sinyal adanya kebutuhan emosional yang belum terpenuhi. Anak membutuhkan kasih sayang, perhatian, pelukan, serta teladan yang baik dari orang tua, terutama ibu.
Menurutnya, banyak anak sebenarnya sedang menyampaikan perasaan seperti ingin didengar, dipahami, dan diperlakukan dengan penuh kelembutan. Karena itu, hubungan emosional antara ibu dan anak perlu dibangun dengan hangat agar anak lebih mudah menerima arahan dan nasihat.
Kajian ini juga membahas bahwa adab anak dimulai dari adab ibu kepada Allah. Anak belajar bukan hanya dari ucapan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari di rumah.
“Adab is caught, not taught,” menjadi salah satu pengingat dalam kajian tersebut, yang berarti bahwa adab lebih banyak ditangkap melalui contoh dibandingkan hanya lewat ceramah.
Selain itu, para peserta diajak memahami pentingnya melibatkan anak dalam aturan keluarga, mengurangi pola komunikasi yang hanya berisi ceramah panjang, serta memperbanyak bonding melalui cerita, pelukan, dan waktu ngobrol santai bersama anak.
Ustadz Asep Ridwan juga mengingatkan pentingnya menjaga hati seorang ibu. Ibu yang menjaga hubungan dengan Allah, memperbaiki ibadah, menjaga lisan, dan menjaga ketenangan hati akan memberikan pengaruh positif terhadap suasana hati anak di rumah.
Kajian ditutup dengan pesan penting bahwa mendidik anak tidak cukup hanya dengan usaha, tetapi juga dengan doa. Salah satu doa yang disampaikan adalah doa Nabi Ibrahim:
“Rabbij’alni muqimash shalati wa min dzurriyyati.”
Yang berarti:
“Ya Rabb, jadikan aku dan keturunanku penegak shalat.”
Melalui kajian ini, Bunda Bekerja Garut berharap para ibu dapat semakin memahami pentingnya membangun hubungan hati dengan anak serta menghadirkan rumah yang penuh cinta, adab, dan doa demi melahirkan generasi saleh dan salehah di masa depan.
