Bakesbangpol Jawa Barat Perkuat Sinergi P4GN di Garut, Mahasiwa Diajak Bangun Generi Panca Waluya
GARUT – Upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan generasi muda terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi P4GN (Penguatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) di Jawa Barat dengan tema “Ngawangun Generasi Muda Panca Waluya, Jabar Beresih Narkoba”, yang dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, di Flos Hall, Jl. Mustofa Kamil, Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai unsur masyarakat, dengan mahasiswa Universitas Garut (Uniga) menjadi salah satu kelompok peserta yang mendominasi kegiatan. Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang rangkaian acara, khususnya saat sesi pemaparan materi dan dialog mengenai ancaman penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
Kegiatan sedianya dibuka oleh Drs. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat. Namun, karena berhalangan hadir, sambutan dan pembukaan kegiatan diwakili oleh Irman Nugraha, S.H., M.H., Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Irman Nugraha menekankan pentingnya membangun ketahanan generasi muda melalui kolaborasi berbagai pihak. Upaya pencegahan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, keluarga, komunitas, serta generasi muda itu sendiri.
“Pencegahan narkotika perlu dibangun melalui kesadaran bersama. Generasi muda harus memiliki pengetahuan, karakter, dan lingkungan yang mendukung agar mampu mengambil keputusan yang tepat dan tidak mudah terpengaruh oleh penyalahgunaan narkotika,” demikian substansi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Untuk memperkaya perspektif peserta, kegiatan menghadirkan empat narasumber dari latar belakang yang berbeda, yaitu Drs. H. Nurrodhin, M.Si., Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Garut; Apt. Yohanes Eko Ariyanto, S.Si., M.Si., Kepala Tim Pencegahan BNN Jawa Barat; Dr. Komarudin, M.Pd., Akademisi sekaligus Wakil Rektor Institut Darul Falah Bandung Barat; serta Ujang Sulton, Duta Anti Narkoba Kabupaten Garut.
Kehadiran Kesbangpol Kabupaten Garut memberikan perspektif mengenai kondisi dan peran pemerintah daerah dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkotika. Sementara itu, pemaparan dari BNN Jawa Baratmemberikan pemahaman mengenai pentingnya langkah pencegahan dan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Dari sisi akademik, Dr. Komarudin, M.Pd. turut memberikan perspektif mengenai pentingnya pendidikan dan pembangunan karakter generasi muda. Lingkungan pendidikan dinilai memiliki posisi penting dalam membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku mahasiswa agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial.
Sementara itu, kehadiran Ujang Sulton sebagai Duta Anti Narkoba Kabupaten Garut memberikan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda. Peserta diajak melihat bahwa gerakan pencegahan narkotika juga dapat dilakukan melalui keterlibatan anak muda dalam kegiatan positif, edukasi sebaya, komunitas, dan lingkungan sosial.
Antusiasme mahasiswa Universitas Garut menjadi salah satu catatan penting dalam kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam sesi dialog dan diskusi mengenai bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran dalam menciptakan lingkungan kampus dan pergaulan yang lebih aman dari penyalahgunaan narkotika.
Tema “Ngawangun Generasi Muda Panca Waluya, Jabar Beresih Narkoba” menjadi landasan dalam menguatkan karakter generasi muda Jawa Barat melalui nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Nilai tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan untuk mengambil peran positif di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol Jawa Barat berharap edukasi P4GN dapat terus menjangkau generasi muda di berbagai daerah. Mahasiswa sebagai bagian dari kelompok intelektual muda diharapkan mampu menjadi penggerak lingkungan positif sekaligus turut menyebarkan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan narkotika.
Kegiatan di Garut tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, BNN, dunia akademik, dan generasi muda dalam membangun kesadaran bersama menuju lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
