Rangkul Komunitas Moonraker Garut, Pemerintah dan Aparat Bersinergi Wujudkan Generasi Panca Waluya Bebas Narkoba
April 01, 2026
GARUT – Dalam rangka memperkuat benteng pertahanan masyarakat dari ancaman peredaran obat terlarang, sebuah langkah strategis dan inklusif kembali diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Mengusung tema "Ngawangun Generasi Muda Panca Waluya, Guna Jabar Beresih Narkoba," kegiatan krusial ini diselenggarakan pada hari Rabu, 1 April 2026, bertempat di Gedung Aula Musaddadiyah, Kabupaten Garut.
Secara khusus, forum edukasi dan penguatan komitmen ini menggandeng ratusan pemuda dari anggota komunitas Moonraker Garut, menjadikannya sebuah upaya nyata pemerintah untuk merangkul kelompok subkultur pemuda agar bertransformasi menjadi pelopor gerakan anti-narkoba di lingkungan mereka.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat, Irman Nugraha, S.H.,M.H., yang hadir mewakili Kepala Bakesbangpol Jawa Barat. Dalam sambutannya, Irman menegaskan komitmen penuh pemerintah provinsi dalam memfasilitasi gerakan P4GN sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan sosial masyarakat.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat, Irman Nugraha, S.H.,M.H., yang hadir mewakili Kepala Bakesbangpol Jawa Barat. Dalam sambutannya, Irman menegaskan komitmen penuh pemerintah provinsi dalam memfasilitasi gerakan P4GN sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan sosial masyarakat.
Melengkapi hal tersebut, Kepala Kesbangpol Kabupaten Garut, Drs. H. Nurrodhin, M.Si., turut memaparkan pentingnya sinergi Tim Terpadu P4GN di tingkat daerah. Ia menyoroti urgensi pembentukan "Desa Bersinar" (Bersih Narkoba) yang dilengkapi dengan sistem peringatan dini di tengah masyarakat, sehingga ketahanan wilayah, mulai dari perkotaan hingga pesisir Garut, dapat terwujud secara mandiri dan berkelanjutan.
Dari sisi kebijakan nasional dan penegakan hukum, Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si., menekankan bahwa pemberantasan narkoba merupakan implementasi langsung dari Asta Cita ke-7 menuju Indonesia Bersih Narkoba. Ia juga memperkenalkan program Remaja Teman Sebaya (RTS) guna meningkatkan soft skill pemuda agar berani menolak narkoba.
Dari sisi kebijakan nasional dan penegakan hukum, Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si., menekankan bahwa pemberantasan narkoba merupakan implementasi langsung dari Asta Cita ke-7 menuju Indonesia Bersih Narkoba. Ia juga memperkenalkan program Remaja Teman Sebaya (RTS) guna meningkatkan soft skill pemuda agar berani menolak narkoba.
Pesan ini diperkuat oleh paparan taktis dari Kasat Reserse Narkoba Polres Garut, AKP Usep Sudirman, S.H. Beliau membedah peta kerawanan peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Garut, sekaligus mengajak para anggota Moonraker untuk aktif menjadi mata dan telinga aparat penegak hukum guna memutus mata rantai peredaran di titik-titik rawan tersebut.
Sebagai landasan moral dan kultural, Guru Besar Ilmu Politik UPI, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.I.P., S.A.P., S.Pd., S.H., M.H., M.Si., memberikan pencerahan terkait filosofi Panca Waluya. Beliau menjelaskan bahwa upaya preventif paling efektif bagi generasi muda adalah dengan menginternalisasi lima nilai luhur Sunda, yakni Cageur (sehat jasmani rohani), Bageur (berperilaku baik), Bener (jujur dan disiplin), Pinter (memahami bahaya narkoba), dan Singer (kreatif dan produktif). Melalui pemahaman mendalam terhadap kelima nilai ini, diharapkan anggota komunitas Moonraker Garut tidak hanya mampu membentengi diri sendiri, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif dan inspiratif bagi generasi muda Jawa Barat lainnya.
Sebagai landasan moral dan kultural, Guru Besar Ilmu Politik UPI, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.I.P., S.A.P., S.Pd., S.H., M.H., M.Si., memberikan pencerahan terkait filosofi Panca Waluya. Beliau menjelaskan bahwa upaya preventif paling efektif bagi generasi muda adalah dengan menginternalisasi lima nilai luhur Sunda, yakni Cageur (sehat jasmani rohani), Bageur (berperilaku baik), Bener (jujur dan disiplin), Pinter (memahami bahaya narkoba), dan Singer (kreatif dan produktif). Melalui pemahaman mendalam terhadap kelima nilai ini, diharapkan anggota komunitas Moonraker Garut tidak hanya mampu membentengi diri sendiri, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif dan inspiratif bagi generasi muda Jawa Barat lainnya.